21. Kilas Balik

1342 Words

Talia mempercepat langkahnya dengan wajah menunduk. Ia berusaha mengabaikan cibiran dan hinaan yang terdengar di telinganya. Ia tak tau sampai kapan akan bertahan. Rasanya begitu menyakitkan. Hanya karena satu kesalahan yang ia sendiri yakin itu bukan salahnya, sekarang para siswa menghinanya terang-terangnya. Iya, hanya sebuah kata -kata yang terlontar dari mulut mereka, tapi entah kenapa rasanya begitu sangat sakit. Talia termenung saat sudah berada di depan kelasnya. Kasak-kusuk dari dalam kelas bisa ia dengar dengan jelas. Ia menghembuskan napas, mencoba menyakinkan dirinya kalau semua akan baik-baik saja. Namun, langkah Talia kembali terhenti saat baru beberapa langkah memasuki kelasnya. Jantung Talia berdegub saat suasana kelas menjadi hening dan semua mata menatapnya dengan tatapan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD