14. Terluka

1152 Words

"Alien," panggil Ara pelan. "Apa, Nona?" tanya Vando. Saat ini ia sedang memeriksa kerjaannya di kamar. Malam mulai larut. Namun, matanya belum juga mengantuk. "Arin kenapa?" tanya Ara balik. "Lah, emangnya dia kenapa, Nona?" Vando bingung. "Dari pulang sekolah dia gak kayak biasanya. Kamu tanya gih sana!" suruh Ara. "Kenapa aku?" protes Vando. "Kamu lebih bisa ngambil hatinya, Alien," jelas Ara. "Buruan sana! Dia ada di balkon tuh! Udah malam, gak bagus buat tubuhnya nanti. Bawain dia jaket. Terus kamu tanya. Setelah itu suruh dia tidur." "Cium dulu," pinta Vando. "Jangan kekanakan, Alien!" ketus Ara. "Emangnya sejak kapan aku gak kekanakan, Nona?"  Ara menyerah. Dikecupnya pipi Vando sekilas. "Sana buru!" "Siap, Komandan!" seru Vando sambil memberi hormat. Senyumnya mengembang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD