Marsha mengerjapkan matanya. Tidak percaya akan pendengarannya. Benarkah yang barusan di ucapkan Melani? Wanita di depannya ini sedang mengajaknya menikah? "Kamu apa?" Marsha kini menatap Melani lekat. Dan wanita itu tampak gelisah dalam duduknya. Menyugar rambutnya yang pendek, lalu memainkan jemarinya. "Ehm aku rasa sudah jelas Cal. Aku ingin menikah denganmu." Ucapan itu sekali lagi terdengar begitu indah di telinga Marsha. Tidak salah lagi wanita di depannya ini tengah melamarnya. Itu salah bukan? Marsha langsung menggenggam jemari Melani. Merasakan jemari itu terasa begitu dingin. Melani gugup. Dan Marsha tahu itu. Dari wajah Melani pun terlihat kalau wanita itu tidak yakin. Membuat Marsha sedikit sedih. Melani mengajukan lamaran bukan karena hatinya. Tapi kar

