05 TERPERANGKAP

584 Words
Menatap jam yang melingkar di tangannya. Marsha gusar. Dia tidak bisa bersabar lagi untuk kali ini. Melani sudah terlambat satu jam dari jadwal yang di janjikan. Dia menendang kerikil yang ada di tanah dan kini menatap mobil yang berlalu lalang di area parkir rumah sakit ini. "Marsha?" Suara Wina membuat Marsha langsung menoleh ke arah suara itu. Dia melihat Wina tampak tersenyum saat melangkah keluar dari mobil miliknya. Mobil sport keluaran terbaru. Wina memang terlahir dari keluarga kaya raya. Tentu saja itu membuat selera wanita itu sangat tinggi. Tapi toh tidak masalah. Selama Wina tetap lemah lembut dan bersikap manis. "Baru berangkat?" Marsha tersenyum saat Wina sudah berdiri di sampingnya. "Iya mau visit dulu ke bangsal. Ini udah jam 9 loh. Harusnya kamu udah ke Bandung kan?" Marsha mengangguk dengan muram. Harusnya dia sudah berangkat sejak pukul 8 tadi. Tapi wanita yang di tunggunya belum juga datang. "Nungguin Melani." "Owh." Wina kini menatapnya dengan penuh pengertian.   "Sabar ya. Udah sarapan belum?"   Kali ini Marsha menoleh ke arah Wina dengan antusias.   "Belum. Kita sarapan bersama mau kan?"   Ini kesempatan Marsha untuk mendekati Wina lagi. Tapi saat menunggu jawaban Wina tiba-tiba suara langkah kaki terdengar.   "Sorry aku telat."   Wina dan Marsha langsung menatap Melani yang sudah keluar dari dalam mobilnya. Dan membuat Marsha menyipitkan matanya   Wanita itu mengenakan rok span di atas lutut. Bahkan memamerkan paha dan juga kaki putihnya yang jenjang. Di tambah dengan Stiletto yang selalu menghiasi kakinya.   "Ya sudah ya Marsha. Aku ke dalam. Hati-hati ya kamu."   Wina menepuk lengannya saat berpamitan pergi meninggalkannya dan Melani yang tengah mengeluarkan travel bag dari dalam bagasi mobilnya.   "Kenapa bawa begitu banyak baju? Kita hanya akan satu hari kan di sana?"   Marsha melangkah mendekati Melani yang kini menatapnya dengan sinis.   "3 hari. Acara amalnya 3 hari. Kamu sudah tidak rela meninggalkan tuan putrimu selama 3 hari?"   Ucapan Melani membuat Marsha menggelengkan kepalanya. Dia tidak mau terperangkap dengan Melani selama itu. Kenapa papanya berbohong kepadanya?   "Dan kenapa kamu terlambat? Harusnya kita sudah ada di jalan saat ini."   Melani hanya mengibaskan rambutnya. Dia melangkah dengan cepat menuju mobil Marsha.   "Aku terlalu lama memoles kukuku sorry."   Tentu saja Marsha menghela nafasnya. Dia tidak bisa menolerir sikap Melani lagi.   *****   Marsha melirik Melani yang kini duduk dengan nyaman di sebelahnya dengan menyilangkan kakinya. Menambah kakinya semakin terlihat. Hal itu membuat Marsha tidak nyaman.   "Kamu enggak kedinginan?"   Marsha menyindir Melani dan kini meliriknya. Tapi wanita itu malah mengibaskan rambutnya yang panjang itu.   "Kamu mau menghangatkanku?"   Tentu saja ucapan Melani membuat Marsha begidik. Kenapa wanita itu selalu bersikap b***h di hadapannya.   Marsha fokus mengendarai mobilnya. Tidak mau mempedulikan Wanita di sampingnya.   Tapi saat melirik Melani lagi, perutnya tiba-tiba berbunyi. Wanita itu tengah menyantap coklat yang sepertinya sangat enak itu.   "Mau?"   Melani mengarahkan coklat itu ke depannya. Tapi Marsha langsung menggeleng.   "Jangan munafik. Kamu lapar kan?"   Kali ini ucapan Melani sungguh membuat Marsha tidak berkutik.   "Kamu punya coklat yang lain?"   Melani mengangkat bahunya   "Aku cuma bawa satu batang. Ayolah kenapa tidak mau ini? Ada bekas gigitan ku."   Melani mengedipkan matanya. Sungguh wanita di sampingnya ini sangat membuatnya pusing. Apalagi aroma manis itu kini memenuhi seluruh mobil.   "Aku tidak mau kita berbagi gigitan."   Itu jawaban Marsha. Tapi perutnya makin menggeram. Dia memang belum sempat sarapan tadi.   "Ayolah. Makan."   Melani menempelkan coklat itu tepat di mulutnya. Dan Marsha tentu saja tidak bisa menolaknya kan?   Dia menggigit coklat itu. Dan manisnya coklat langsung lumer di dalam mulutnya.   "Cakep. Abang Ical kita tanpa sadar berciuman."   Tentu saja Marsha langsung tersedak mendengar ucapan Melani. Wanita ini sungguh penyihir.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD