"Kamu maunya ke mana? Aku turuti kemauan kamu saja," ucap Ryan. "Kita keliling kebun teh dulu aja ya, lepas magrib baru pulang ke villa," ucap Syifa. Setelah selesai makan mereka pun kembali berkeliling kebun teh, kali ini mereka hanya berjalan sambil berbincang-bincang. Ryan kembali menyadari jika ia sudah sangat jarang berbincang dengan Syifa, waktunya ia habiskan di toko dan ia lebih senang berbincang dengan Sherly mendengar manjanya wanita itu. Syifa terus menggenggam tangan Ryan karena semakin sore cuaca semakin dingin, bahkan pipi Syifa yang putih pun mulai memerah karena cuaca dingin tersebut. "Udah semakin dingin kabut pun mulai turun, lebih baik kita jalan ke kita sekarang ya!" ucap Ryan. "Iya, Mas." "Lihatlah, pipi dan hidungmu mulai memerah," ucap Ryan. Syifa tersenyum d

