"Banyak anak, banyak rezeki." -Barrabas Mahesa- °°°°°°°°°° Barra baru saja keluar dari gedung perusahaan Mahesa Grup. Ia masuk ke dalam mobilnya seraya menyelipkan earphone tanpa kabel di telinganya. Tangan yang satunya tergerak untuk menelepon nomor sang istri. Beberapa saat hanya nada tunggu yang terdengar hingga suara cempreng itu yang menggantikannya. "Papah! Ye, Pah epon!" "Rere Sayang..." "Rere, siniin teleponnya..." Killa berusaha mengambil ponselnya dari tangan Rere. Namun, anak itu ternyata lebih lincah dari pergerakan sang mama. "Rere... Mama mau ngomong sama Papa kamu." "Niiii... Papah Yeye..." Rere menekan-nekan layar ponsel Killa. Berharap, ada wajah sang papa di sana. Seingat Rere, kemarin kala Barra telepon saat jam makan siang ia bisa melihat raut wajah tegas milik p

