"Aku dikecewakan untuk yang kesekian kalinya. Kepercayaanku ibarat kertas, kamu telah meremasnya. Dan kertas itu tak akan bisa seperti semula. Itulah kepercayaanku padamu yang sudah terkikis pupus." -Akilla Aninina Gardiawan- °°°°°°°°°° "APA YANG MAU KAMU JELASIN? APA?!" "Dengerin aku dulu..." "KAMU TUH, YA... KETERLALUAN." Killa menutupi wajahnya dengan telapak tangan. Dunianya seakan berhenti berputar. Merasa gagal menjadi orang tua bagi Heksa. Niat hati mengadopsi Heksa agar anak itu tidak terlantar di jalanan, tidak merasa kekurangan, mempunyai tempat berlindung, bisa mengenyam pendidikan seperti anak pada usia umumnya. Namun, malah sebaliknya. Jadi, selama ini Heksa tak bahagia? Barra duduk bersimpuh di depan Killa. Mengucapkan kata maaf secara berulang kali, tapi selalu diabaik

