Chapter 10b

1238 Words

Aku tersentak, lalu membuka mata dan mendapati diriku berada di atas tempat tidur dengan nafas tak beraturan. Peluh membanjiri dahiku. Duduk gemetar, kutarik diri hingga punggungku menyentuh kepala ranjang. Hanya mimpi. Tapi rasanya sangat nyata. Tanpa kusadari aku telah terisak dan menangis hebat. Siapa orang yang ingin membunuhku itu? Kemana perginya Mike? Kupeluk lututku dan menangis di atasnya. Aku takut. Mike….. “Apa kau baik-baik saja?” Kuangkat kepala dan mendapati Mike berdiri di depan pintu penghubung kamar kami, menatapku yang tengah menangis seperti anak kecil. “A-aku takut,” jawabku sambil terisak. Ia berjalan mendekat, lalu duduk di sampingku. “Apa yang terjadi?” Mike menghapus air mataku dengan satu tangannya. Tanpa bisa kutahan, aku langsung memeluknya dan menangis k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD