Julian menggeleng mendengar permintaan maaf Shiva. Julian mengerti sikap Shiva. Ttttiiiiiiitttt Semuanya membeku mendengar nada nyaring itu. Tidak, ini tidak mungkin. Shiva memejamkan matanya menahan tangisnya. "NENEK!" Teriak Julian memasuki ruangan dengan cepat. Ayah menahan tubuh bunda yang terhuyung, nenek sudah tutup usia. Shiva memasuki ruangan nenek yang terasa sesak, air matanya perlahan-lahan berjatuhan tangisannya semakin kencang hingga dia memukul dadanya pelan. Ini sungguh sesak. Putri memeluk Shiva dan menuntunnya menghampiri Julian yang sudah tidak kuat melihat tubuh kaku nenek. "Kamu harus kuat Shiva. Julian membutuhkanmu, kuatkan hatimu" bisik Putri seolah mantra yang bisa menguatkan Shiva. Opah dan omah terlihat menunduk sedih, baru saja kemarin mereka bertemu

