12

3026 Words

BAB 12 Tuut ... tuut ... tuut ... “Maaf nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi, cobalah be―” Belum selesai operator berbicara, Kanayna langsung mematikan sambungan teleponnya. Saat ini Kanayna sedang berada di depan gerbang rumah Hellen. Karena kemarin, Hellen meminta Kanayna untuk berangkat bareng ke sekolah. Tapi sudah hampir setengah jam Kanayna menunggu, Hellen belum juga keluar rumah. Nomornya pun dihubungi berkali-kali tidak aktif. Lima menit berlalu, Kanayna makin gusar. Berdiri di depan gerbang hitam yang menjulang tinggi. Keringat mengucur di dahinya, menekan bel berkali-kali, namun penghuni rumah tidak ada yang keluar. “Duh Hellen ke mana sih? Kemaren bilang minta jalan bareng, tapi malah nggak ada kabar gini. Duh ... Angkot mana lagi,” Akhirnya gadis itu pasrah, duduk d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD