9

1244 Words

BAB 9 Tanpa ragu Pak Maman menancapkan gasnya, mengantarkan Kanayna ke sekolah. Tepat di depan sekolah, Mang Juki―selaku satpam sekolah―sedang ingin menutup gerbang sekolah. Mampus, udah telat banget ini mah! “Mang, jangan ditutup dulu gerbangnya!” pekik Kanayna sambil berlarian dengan napas terengah-engah. “Tapi sudah bel dari lima menit lalu, Neng,” katanya, dengan logat Sunda yang tidak pernah ia hilangkan. Kanayna maju selangkah. Kedua tangannya mencenngkram kuat besi pagar sambil terus memohon, “Yah, Mang, kali ini aja. Saya janji nggak bakal telat lagi.” Nampaknya Mang Juki kebingungan. Di satu sisi dia tidak tega melihat Kanayna. Tapi di sisi lain, dia beranggapan kalau dirinya tidak lebih dari sekedar pekerja yang sudah mengabdi puluhan tahun lamanya di SMA Tunas. Mang Juki

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD