Beware 23

1191 Words

"Putri Qiya Arl Peranto memasuki ruangan!" Aku berjalan dengan anggun bersama dua orang ksatriaku. Orang-orang dengan sigap menyingkir, memberi jalan pada Tuan Putri mereka. Beberapa orang menatap gaun yang aku kenakan. Sebuah gaun berwarna biru polos dengan hiasan berupa renda bunga putih yang mungil melingkar di bagian pinggangnya. Hah, maklum saja kalau semua orang menatap gaun biru polos ini. Karena, semua gaun yang melekat di tubuh mereka adalah gaun bertabur permata dan berlian. Aku yakin, gaun polos berhiaskan bunga akan segera menjadi trend baru di kalangan bangsawan. Poppy tidur di atas kepalaku dalam mode menghilang. Ah, sepertinya, burung kecil itu lelah karena seharian harus menemaniku memilih gaun dan sepatu. Kaisar dan kelima Pangeran tersenyum begitu melihatku. Aku meng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD