Dian memasuki area perumahan tempat Andika sedang bekerja. Dari jauh ia melihat Andika sedang duduk berdua dengan seorang wanita di depan pos satpam.
Siska mantan Andika sengaja mendatangi Andika untuk mengantarkan makan siang.
Kesal Dian pun langsung memutar balik sepeda motornya. Dengan hati penuh dengan amarah.
Andika melihat Dian memutar balik, dengan cepat Dian melajukan kembali motornya.
"Kenapa gak langsung kesini, kenapa malah balik? " gumam Andika.
"Kenapa? " tanya Siska.
"Gak itu cewekku tadi bilang mau kesini, Eh.. sudah sampai malah puter balik. Aneh memang". jawab Andika tanpa melihat wajah Siska yang nampak mulai tak suka Andika menyebut Dian sebagai kekasihnya.
"Ya udah biarin aja, mungkin dia lagi mau main sama temen-temennya". sahut Siska.
"Kan kamu tahu sendiri Dian itu gak pernah serius dengan hubungannya sama kamu, perhatiin kamu aja ngak pernah, udah putusin aja, dan kita bisa balikan lagi". tambah Siska.
"Gak segampang itu, aku tuh cinta banget sama Dian, kita saling cinta". ucapan Andika semakin membuat Siska membenci Dian.
"Apa bagusnya dia dibanding aku? " tanya Siska.
"Yang jelas dia beda dari yang lain". jawab Andika.
"Cantik juga masih cantikkan aku, seksi juga masih seksi aku, apa bagusnya coba? Sudahlah lupain dia Dan kita balikan lagi". ucapan Siska semakin membuat Andika muak.
Dulu saat masih bersama dengan Siska, Andika juga merasakan hal yang sama saat ia dengan Dian. Namun semua itu hilang saat melihat Siska berc***u dengan sahabatnya sendiri.
Andika tak pernah mengatakan masalah ini pada Siska saat ia memutuskan hubungannya dengan Siska dahulu. Itu Iya lakukan karena ia ingin menjaga perasaan sahabatnya Dan juga Siska. Namun semakin kesini sikap Siska semakin membuat ia merasa J***k.
*****
Sampai rumah Dian langsung masuk ke dalam kamarnya. Ia mengabaikan suara kakaknya yang berteriak dari arah dapur.
Kesal karena iya melihat pujaan hatinya sedang bernostalgia dengan sang mantan.
"Okey mas kalau itu maumu, aku akan buat kau menyesal nanti". Dian bergumam sendirian.
Sebenarnya Dian nekat pergi ke tempat kerja Andika karena ia ingin mengatakan bahwa apapun yang terjadi, seperti apapun keluarganya berusaha memisahkan mereka, Dian akan tetap memilih mempertahankan hubungan ini.
Namun berbeda saat ia mengetahui bahwa Andika masih menjalin hubungan dengan Siska.
Dering ponselnya terus saja berbunyi, ia hanya melirik sekilas tanpa ada niat untuk menjawab panggilan Andika. Sungguh hatinya sedang kacau saat ini.