Sore hari seperti biasanya prilly sedang memasak untuk makan malam. Karena sejak prilly hamil, prilly menyetujui keinginan ali yang harus ada pembantu, tetapi prilly memintanya hanya untuk membereskan rumah dan mencuci baju. Sedangkan urusan dapur tanggu ng jawab prilly.
Nessa menghampiri prilly didapur.
"Mau aku bantu prill?"
"Eh ness,, udah selesai xxo"
"Oh udah yah,, aku telat kesininya dong" ujar nessa terkekeh
"Gpp" ujar prilly ikut terkekeh
"Kalau gitu mau gak temenin aku jalan-jalan keluar"
"Boleh, sebentar aku ganti baju dulu yah" dan nessa hanya mengangguk
***
Kini prilly dan nessa duduk dikursi taman yang ada di daerah komplek rumah prilly, banyak anak kecil yang sedang bermain dan beberapa orang yang sedang bersantai dan berjalan-jalan sore.
"Neng prilly, tumben keluar" sahut seorang wanita paruh baya yang sedang melewat dengan beberapa ibu-ibu lainnya
"Iya bu, lagi pengen cari angin aja" sahut prilly ramah
"Ini siapa neng?" menunjuk ke nessa
Seketika prilly dan nessa mendadak tegang.
"Ini-" suara prilly tertahan bingung harus jawab apa
"Saya saudaranya prilly, bu" ujar nessa tersenyum membuat prilly langsung menoleh kearah nessa
"Oh gitu yah ! baiklah neng, ibu pamit dulu yah"
Setelah dipersilahkan oleh prilly dan nessa, ibu tersebut beranjak meninggalkan keduanya
"Aku bilang itu karna gak mau orang-orang menggosipkan kalian berdua" ujar nessa seakan memgerti dengan tatapan prilly
"Makasih yah" ujar prilly
"Anak-anak itu lucu banget yah" ujar nessa
"Iya memang, menggemaskan"
"Apa aku juga akan punya anak seperti mereka?" ucap nessa
Prilly seketika langsung mematap nessa yang memandang lurus kedepan menatap anak kecil yang sedang bermain.
Prilly terdiam seribu bahasa, tidak tau harus jawab apa.
***
Prilly termenung dibalkon kamarnya,, hingga sebuah tangan kekar memeluknya dari belakang. Dan menumpukan dagunya kepundak prilly
"Udah malem sayang, anginnya gak baik buat kesehatan bayi kita" ujar ali mengelus perut prilly
"Sayang, apa gak sebaiknya untuk malam ini kamu tidur bersama nessa" sahur prilly
Ali melepas pelukannya dan membalikn tubuh prilly menghadap kearahnya.
"Kenapa kamu tiba-tiba ngomong kayak gitu?" tanya ali
"Dia juga istri kamu li, kewajiban kamu buat memberikan nafkah lahir dan batin" ujar prilly
"Kamu tau kan aku gak cinta ma dia"
"Iya aku tau, tapi kan kewajiban seorang suami memang seperti itu mau dia cinta atau ngguk" ujar prilly keukeuh
"Udahlah bie, aku lagi males bahas ini. Aku gak bisa tdr sama dia" tegas ali
"Kasian dia li, dia juga pasti sangat membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari kamu sebagai suaminya" ujar prilly ngotot
"Kamu mikirin perasaan dia, sedangkan perasaan aku gak kamu pikirin" ujar ali
"Bukan seperti itu, aku cuma gak mau kamu jadi lalay menjalankan kewajiban kamu sebagai seorang suami" sahut prilly
"Emanq kalau aku tidur dan melakukan hubungan suami istri dengan nessa kamu gak akan cemburu? Kamu ikhlas?"
"Ya... Itu" prilly melepas pegangan tangan ali dari bahunya dan berjalan memunggungi ali
"Aku akan mencoba ikhlas" gumam prilly
"Baiklah, malam ini aku akan melakukannya" pintu balkon dibuka dan ditutup
Prilly terduduk dikursi balkon seraya memegang perutnya, tanpa terasa air matanya jatuh membasahi pipi
"Maafin mommy sayang, mommy harus membohongi hati mommy. Sebenarnya mommy gak bisa untuk ikhlas" gumam prilly
"Aku tau itu hanya tipuan semata" ujar ali
Prilly yang kaget langsung berdiri dan berbalik kearah ali, yang berdiri didekat pintu balkon
"Kamu-" prilly tertegun
"Kenapa? Kamu kira aku pergi kesana? Aku gak sepicik itu," ujar ali menahan amarahnya terlihat dari rahangnya yang mengeras
"Bisa gak kamu hargain aku? Aku bukan boneka kamu prill, yang harus selalu kamu suruh-suruh untuk ini dan itu demi kebahagiaan orlan. Aku bersikap seperti ini karena aku ingin jaga hati kamu, kesalahan terbesar aku karena aku udah ngehianatin kamu." bentak ali
"Dan aku gak mau kalau terus nyakitin hati kamu, aku gak bisa. Jadi tolong jangan halangi aku buat jaga hati kamu, kayak kalung yang kamu pake. Disana aku berjanji akan selalu bersama kamu dan slalu jaga hati kamu dengan hati aku. Jadi tolong jangan suruh-suruh aku buat ngelakuin apa yang tidak diinginkan hati kamu dan hati aku." ujar ali mulai menstabilkan suaranya
"Aku memang mempunyai tanggung jawab terhadap nessa, tapi biarkan itu aku lakukan dengan cara aku sendiri. Tolong prill, hati aku juga terluka dalam situasi ini, gunakan perasaan kamu bukan hanya pikiran dan logika kamu aja" sahut ali beranjak meninggalkan prilly
Prilly terpaku ditempatnya dan mencerna setiap kata-kata yang diucapkan oleh ali. Air matanya terus jatuh membasahi pipi.
***
Prilly sudah terlihat rapi dan cantik dengan make up naturalnya, saat sudah turun dibawah terlihat ali sedang duduk diruang keluarga sambil menikmati tehnya.
Prilly tersenyum dan berjalan mendekati ali, tiba-tiba saja nessa datang dengan kursi rodanya.
"Ayo li, sekarang jadwal aku terapi" ujar nessa membuat prilly membeku ditempatnya.
Ali melihat kearah nessa dan juga prilly.
"Kamu mau ikut ke rs bie?" ali heran melihat prilly yang sudah rapih
"A-aku hari ini ada jadwal cek up ke dokter kandungan" gumam prilly
"Astaga, aku lupa."ujar ali menepuk dahinya
"Xxo bisa barengan gini yah, ness terapinya bisa diundur besok gak? Biar besok aku ambil cuti" ujar ali
"Gak bisa, jadwal dokternya penuh, kalau gak hari ini, aku harus nunggu 2 minggu lagi" ujar nessa
"Jadi gimana yah?" ali berpikir keras
" biar aku pergi pake taksi aja" sahut prilly
"Gak boleh sayang, aku gak mau kamu pergi sendiri" sahut ali
"Gini aja, kita ke dr kandungan dulu truz kita ke dokter terapi nessa" jelas ali
"Gak bisa li, aku ada jadwalnya jam 10 pagi" jelas nessa
"Aku gpp sayang, aku pergi naik taksi aja. Kalau kamu khawatir aku akan pergi sama bi inah, gimana" ujar prilly
"Tapi kan bie" ujar ali
"Gpp, aku sama bi inah aja. Kamu temenin nessa aja yah"sahut prilly tersenyum
"Baiklah, tapi kamu hubungi aku kalau sudah sampai" ujar ali
"Iya baik sayang"
Ali dan nessapun pergi setelah ali mengantarkan prilly dan bi inah menaiki taksi, dengan 1000 nasehat karena khawatir dan prilly hanya tersenyum menanggapinya.
***
Setelah selesai memeriksa kandungan prilly, dokter diikuti prilly kembali duduk dimeja dokter, terlihat bi inah juga menunggu disana.
"Gimana kandungan saya dok?" tanya prilly
"Kondisi kamu sedikit menurun prilly, jangan terlalu stres dan banyak pikiran. Banyakin istirahat dan banyak mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan. Janin kamu melemah karena kurang asupan makanan" jelas dokter
" jangan banyak pikiran, Stres akan memberikan dampak negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungannya nanti." tambahnya
"Tapi bayi saya baik-baik sajakan sekarang?"
"Iya bayi kamu sehat, tenangkan pikiran kamu dan banyak mrngkonsumsi asupan makanan yg bergizi"
"Baiklah dok" sahut prilly
"Ini saya kasih resep vitamin buat kamu" dokter langsung mencatat beberapa resep obat.
***
Prilly memutuskan untuk mampir dulu ke sebuah swalayan, berbelanja kebutuhan bulanannya. Hingga teguran seseorang mengagetkannya
"Kirun?" sahut prilly kaget
"Kenapa tuch ekspresi kayak gitu? Muka gw gak serem kayak setan kan" ujar kirun
"Aghh apaan sich," prilly menstabilkan raut mukanya. "Loe ngpain disini? Ke bandung ko gak bilang-bilang sich?" ujar prilly
"Gw ada perjalanan bisnis kesini, ada proyek yang harus gw beresin"
"Cie bapak ceo yah sekarang, sibuk amat loe" ledek prilly
" ogah gw disebut bpk ceo, mending jadi mahasiswa zz cuma pusing sama tugas, dan ujungnya nyontek juga ke c mila" sahut kirun terkekeh
Prilly ikut terkekeh
"Wakh perut loe makin buncit aja, c ali mana?" tanya kirun
"Ali?" prilly mengulang nama ali sedikit melamun
"Iya ali, laki loe. Kemana dia?" tanya kirun sambil melihat sekelilingnya
"Gw kesini sama bi inah, ali lagi sibuk" ujar prilly menstabilkan ekspresinya
"Sesibuk apa sich dia? Sampai tega ngebiarin bininya yang lagi hamil gini keluar sendiri" ujar kirun terlihat kesal
"Gpp, gw yang pengen xxo. Mending sekarang kita makan yuk, anak gw uda kelaperan pengen ditraktir ma om kirun. Ayo cepett,, nanti anak gw ileran lagi" sahut prilly menarik lengan kirun
"Yaelah, loe mikirinnya makanan mulu. Lagian mana boleh ileran dikandungan segede gitu" ujar kirun
"Loe cerewet aghh,, ayooo" prilly kembali menarik lengan kirun setelah menyuruh bi inah yang melanjutkan belanja.
***
Prilly memesan berbagai makanan dan seketika melahap semuanya dengan cepat.
"Loe gak makan berapa hari sich prill?" tanya kirun menggeleng-gelengkan kepalanya
"Kenapa makanan loe gak loe makan?" sahut prilly sambil mengunyah makanan yg masih penuh didalam mulutnya.
"Gw udah kenyang ngeliat loe makan kayak orang kesetanan gitu" ujar kirun menyeruput minumannya
"Kalau gitu buat gw aja yah" sahut prilly nyengir kuda
"Hah??? Loe gak kenyang apa udah abis 2porsi gitu" kirun dibuat melongo
"Kan perut gw ada isinya, jadi yah gak cukup masih laper" sahut prilly
"Ya udah nich loe abisin"
Dengan semangat prilly mengambil piring milik kirun dan kembali memyantap makanannya hingga habis
"Uda kenyang ?"
"Alhamm, kenyang banget ki" sahut prilly nyengir kuda
"Tumben banget sich c ali tega ngebiarin loe ke dokter sendiri, biasanya dia yg paling khawatir dan takut ngebiarin loe pergi sendiri disaat loe hamil" sahut kirun berhasil membuat prilly kaget dan membuat lidahnya kelu
"Kan tadi udah gw jelasin" sahut prilly gugup
"Ada apa prill? Gw kenal loe udah dari loe orok. Gw hapal tabiat loe, loe lagi ada masalah?" tanya kirun
Prilly termenung sejenak
"Ada apa?" tanya kirun lagi
"Gak ada apa-apa xxo ki" prilly memaksakan tersenyum
"Senyum loe jelek, gak usah paksain buat senyum. Jujur aja ada apa? Apa c ali nyakitin loe?" tanya kirun
"Emm.... Ngguk xxo ki" sahut prilly
"Truz kenapa?"
"Gak ada apa-apa xxo" gumam prilly yang mulai takut dengan tatapan intimidasi kirun
Kirun memutar bola matanya jengah.
" sejago-jagonya loe beracting didepan gw, tetep aja gw masih bisa liat dimata dan jidat loe. Kalau loe tuch lagi ada masalah, gw sahabat loe prill. Loe gak perlu sungkan buat sharing ma gw" ujar kirun menatap prilly
"Baiklah gw akan cerita, tapi loe jangan marah yah"
"Hmmm" ujar kirun
Prilly mulai menceritakan semuanya dari awal.
"APA?????????????" teriak kirun membuat semua pengunjung di resto melihat kearah prilly dan kirun.
Melihat semua tatapan kearahnya, kirun segera meminta maaf dan kembali duduk memperhatikan prilly
"Loe udah gila prill? Ngapain loe suruh suami loe nikah lagi" tanya kirun
"Ya gw cuma kasian zz ki,, gw gak bisa bahagia diatas penderitaan orang lain"
"Dan sekarang siapa yg tersakiti? Ketiganya kan, loe ingin membahagiakan satu orang tapi loe ngorbanin hati loe sama hati ali nuat terluka. Astaga prilly loe simpen dimana otak jenius loe itu," bentak kirun geram dan prilly hanya tertunduk menangis
"Sowri gw gak bermaksud buat loe kaget dan nangis, tapi loe pikirin semuanya pake logika jangan hanya menurut hati aja, liat loe sekarang lagi hamil dan anak loe butuh kasih sayang ali, kalau sekarang kasih sayang ali terbagi gimana mau bahagia?" ujar kirun
"Kan cuma sampai 3bulan saja ki"
"3 bulan? Loe tau gak kalau cinta itu mampu butakan orang. Kalau nessa bener-bener terobsesi sama ali, dia tidak akan mau rela ngelepasin ali gitu aja. Gimana kalau dia tidak mau bercerai? Kalau penyakitnya sembuh gimana? Dia akan terus berusaha mempertahankan ali. Dan gimana kalau sampai ali juga jatuh cinta sama nessa? Loe gak tau kan isi hati nessa dia baik apa ngguk dan loe juga gak tw kan perasaan ali gimana?" ujar kirun
Prilly hanya terpaku mendengar penuturan kirun.
"Gw gak kepikiran sampe kesana" gumam prilly
"Astaga kenapa tuhan nyiptain manusia kayak loe sich, udah badannya pendek otaknya juga pendek" geram kirun
"Hina zz gw terus" prilly cemberut
"Gw kesel sama jalan pikiran loe, bisa-bisanya loe mau dimadu" kirun menggelengkan kepalanya
***
Tak terasa waktu sudah pukul 8 malam, dan prilly masih dimobil kirun bersama bi inah. Kirun ingin mengantarkan prilly pulang.
Selama perjalanan prilly terus saja menatap layar iphone'y yang berwallpaper dia dengan ali.
" udah jam segini ali masih belum juga menghubungiku atau mengirim pesan. Sedang apa dia sama nessa? Apa dia sama sekali gak khawatir, padahal aku pergi dari ham 10 pagi dan blm pulang sampai sekarang. Tapi dia tidaj menghubungiku sama sekali" batin prilly
" positif tingkhing prilly,, ali gak akan sampai selupa ini" bisik prilly
"Kenapa loe?" kirun menangkap kegelisahan prilly
"Emm....ngguk apa-apa xxo ki" prilly mencoba tersenyum
"Kenapa c ali tidak ngehubungin loe" sahut kirun cuek dan masih fokus menatap kejalanan.
Hingga tak terasa mobil sudah terparkir dihalaman rumah prilly, terlihat mobil ali juga ada.
"Loe mau mampir?"
"Ngguk kayaknya prill,, gw langsung ke hotel aja . soalnya besok pagi gw ada meeting sama klien." jelas kirun
"Baiklah, thanks buat traktirannya" ujar prilly hendak keluar, sedangkan bi inah sudah masuk krumah
"It's ok,, salam buat c ali. Dan klo loe btuh tmn curhat loe bsa hubungi gw kpn zz"
"Siap bos" prilly turun dari mobil dan melambaikan tangan ke kirun saat sudah keluar gerbang.
Prilly melihat sekeliling rumahnya sepi, hingga saat hendak menaiki tangga. Prilly mendengar tawaan seseorang, karena penasaran akhirnya prilly menghampiri asal suara itu dan mengintip dibalik pintu yang terbuka sedikit.
Prilly kaget bukan main, hingga airmatanya tak mampu dibendung lagi.
****