14. A f*****g Truth Or Dare

1489 Words

"Hi, Walter," sapanya, tapi tatapan itu mengarah padaku--dari atas ke bawah--seolah sedang melakukan pemindaian. "New girl, eh?" Walter mengangguk dan lelaki berjiwa perempuan terkekeh, sedangkan aku ingin mencakar wajahnya. Entah apa maksud pertanyaan tersebut karena yang terpenting, aku yakin dia tidak mungkin melupakanku. Terutama sosok yang tiba-tiba terlihat dari balik punggungnya, seolah ini merupakan takdir terburuk. Oh, kuharap jangan lagi berurusan dengan mereka.  Bukannya ingin berakhir seperti seorang pecundang yang gagal move on, hanya saja aku menolak menciptakan kekacauan akibat pasangan gila tersebut. Sehingga jika hal itu terjadi, bisa saja merugikan diriku sendiri. "Kapan kalian bertemu? Apa sebelum Harley mencampakkanmu, eh?" Pertanyaan yang menurutku adalah sesuatu y

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD