"Udh berapa kali saya bilang ke kamu hah??!! Jangan terlambat! Kenapa km selalu melanggar peraturan yang saya buat?! Dan kenapa km selalu terlambat?!"
"M-maafkan saya pak, tadi saya--" Belum sempat aku melanjut perkataanku sudah dipotong lebih dulu oleh Pak Varo
"Ketiduran?? Iya?! Ketiduran lagi??!!"
Aku hanya mengangguk² kecil memang benar yang dikatan pak Varo aku terlambat karna ketiduran
"Sebenarnya km semalam tidur jam berapa?? Kok bisa ketiduran?!" Ucapnya dengan nada yang masih tinggi
Aku hanya diam sambil menundukkan kepalaku aku tidk berani menatap mata Pak Varo
"KALAU ADA YANG NANYA ITU DIJAWAB!!"
Kini ucapannya lebih tinggi dari yang tadi
Jujur saja mendengar perkataan Pak Varo aku ingin menangis, aku tidak tahan lagi berada di ruangan ini, aku ingin sekali segera pergi
"Haiihhh sudah sekarang km boleh keluar, saya males ngeladenin anak yang selalu terlambat seperti km ini" Setelah berkata seperti itu Pak Varo pun langsung duduk di kursinya dan kembali fokus ke komputernya sambil memijit pelan keningnya
Rasanya hatiku sangat lega, seperti keluar dari kandang macan karna setiap aku masuk kedalam ruangan Pak Varo seperti masuk ke dalam kandang macan yang berisikan 50 macan
Tanpa basa basi akupun langsung meninggalkan ruangan Pak Varo dengan hati yang merasa lega
Saat membuka pintu terlihat seorang pria dengan wajah khawatirnya
"Gmn? Apa yang Pak Varo tanyakan padamu?? Dia marah??" Ucapnya dengan nada khawatir
"Tentu saja, Pak Varo hanya menanyakan knp terlambat dan semalam tidur jam berapa kok bisa terlambat, udh itu aja"
"Syukur deh, yaudah ayo ke kelas" Menarik tanganku
Akupun langsung dibawa ke kelas oleh seorang pria yang tak lain adalah sahabatku (Rafael)
☘️☘️☘️☘️☘️
Jam sudah menunjukkan pukul 14.20
menandakan bahwa jam pelajaran telah usai atau dilanjut esok (Pulkam)
Aku sedang menyusuri loby kampus dan tanpa sengaja aku mendengar pembicaraan salah satu mahasiswi
"Dimana Pak Varo?? sejak tadi belum kelihatan" tanya mahasiswi A
"Mungkin Pak Varo sudah pulang duluan, ada apa??" Sahut mahasisiwi B
"Tumben Pak Varo pulang duluan gk kyk biasanya padahal aku ingin memberikan coklat buatan ku ke Pak Varo aku ingin ia mencobanya" Kata Mahasiswi A
Mendengar itu aku hanya menggeleng gelengkan kepala tidak menyangka bahwa Pak Varo yang bersifat galak itu ternyata punya fans, positif thingking aja mungkin 2 mahasiswi itu menyukai Pak Varo hanya parasnya saja karna parasnya ku akui ini parasnya Pak Varo benar benar tampan walaupun umurnya sudah menginjak 27 thn tetapi parasnya tetap tampan
Sedikit info tentang Pak Varo nama lengkap Pak Varo adalah Abraham Alvaro Alexander putra ke 2 dari 2 bersaudara aku sebenarnya tak tahu siapa kakak Pak Varo itu, Pak Varo blasteran Indonesia dan Amerika ibunya dari Indo dan ayahnya dari Amerika muka Pak Varo sangat tampan seperti orng bule bule remaja
jujur saat aku pertama kali melihat paras Pak Varo aku jatuh cinta pada pandangan pertama, tetapi saat mengetahui sifat Pak Varo seperti ini sekarang aku tidak mencintainya tetapi SEDIKIT membencinya
TO BE CONTINUED