43. Hukuman Menyakitkan

2159 Words

Elard melemparkan diri ke atas pembaringan. Kantuknya tiba-tiba lenyap. Padahal tadi, wajahnya sering sekali hampir menghantam meja atau makanan, karena kepalanya yang terkulai lemas, tak lagi bisa ditopang oleh tangan. Tapi sekarang, setelah berbaring di kasur berukuran king size miliknya, dulu. Elard justru terjaga. Menatap nyalang langit-langit kamar yang sudah tiga tahun tak lagi ia tempati. Tapi semua masih tampak rapi dan bersih. Menunjukan jika, walaupun tak lagi di tempati Elard, tapi selalu dibersihkan. Setelah drama perdebatan tadi. Elard yang mulai jengah, terlebih orang-orang itu sudah lancang membawa nama sang Mama. Akhirnya Elard bangkit dari duduknya dan hendak pulang. Lebih baik kembali ke apartemennya yang nyaman daripada mengurusi drama tidak penting semacam ini. Sialnya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD