Di bawah guyuran air shower. Sosok itu menikmati tubuh lelahnya seolah tengah dipijat dan terasa lebih rileks. Rasa penat setelah perjalanan jauh, akhirnya bisa sedikit meluruh. Kedua telapak tangannya bertumpu pada dinding kamar mandi yang terasa dingin. Lalu menunduk sembari memejamkan mata. Dengan banyak hal yang kini berjejal di kepala. Dia, sudah tumbuh menjadi sosok pria dewasa. Memiliki tanggung jawab besar, terlebih saat sang Papa memercayakan dirinya menempati jabatan CEO di perusahaan. Akan ada banyak suara sumbang yang pasti mencibirnya dari balik punggung. Meski menyebalkan, dia akan berusaha membuktikan kepada mereka yang menatapnya sebelah mata. Jika dia memang pantas mendapat kepercayaan dari sang Papa. Terlebih, dia seharusnya sudah kebal dengan cibiran yang dilontarkan

