Anggoro bangkit dari posisi duduknya di atas lantai kamar yang dingin. Dia sedikit meringis karena kedua kakinya terasa keram. Entah berapa lama menekuk kaki hingga terasa begitu ngilu dan sakit saat di gerakan. Menatap Elard yang masih terlelap, sekali lagi. Pria itu memutuskan untuk mengayunkan langkah, menjauh dari tempat tidur. Tapi baru satu langkah dijejak, tatapannya tiba-tiba jatuh pada figura di atas nakas. Menguatkan hati, Anggoro meraih figura berisikan potret tiga orang yang tampak memancarkan kebahagiaan. Terdiri dari dua wanita beda usia dan sosok Elard, berada dalam figura tersebut. Kedua wanita itu mencium pipi kiri dan kanan Elard yang tampak tersenyum lebar ke arah kamera. Di depannya, ada kue ulang tahun dengan lilin membentuk angka satu dan nol yang masih menyala.

