Seperti biasa, pada saat jam makan siang, kantin akan padat oleh para siswa yang ingin mengisi perut. Termasuk, Fany dan teman-temannya. Yang kali ini, dengan Anin ikut serta di meja mereka. Gadis itu yang biasanya akan memilih mengeram di kelas, atau tempat lain. Kali ini digeret paksa oleh Fany untuk ikut. Tentu saja bukan tanpa alasan. Karena gadis itu tengah membutuhkan Anin untuk sesuatu yang sedari kemarin membuatnya dirong-rong rasa resah. Anin nyaris tersedak baso saat dari bawah meja, ia merasakan kakinya yang mendapat tendangan cukup keras. Mengangkat wajah hingga fokusnya pada mangkuk baso teralihkan. Tatapannya bersirobok dengan netra coklat milik Fany. Mengerutkan kening, Anin memberi wajah penuh tanya. "Fan, gue sama Sela mau ke toilet dulu. Ikut nggak?" Suara Mona memecah

