Oberon kembali ke Istana dengan perasaan tak enak dalam dirinya. Perasaaan dimana membuat dadanya menjadi sesak dan tenggorokannya tercekat seolah ada batu besar yang mengganjal disana. Pria itu terus berjalan mondar mandir di ruang kerjanya. Lalu mengintip dari balik jendela mencoba melihat suasana di Paviliun Arsenik . Namun ia tak bisa melihat apapun Tentu saja! Jarak antara Istana dan Paviliun tempat Joanna berada memang tidak begitu jauh. Tapi mustahil untuk bisa mendengar percakapan orang-orang disana. Membuatnya menjadi semakin cemas karena tidak bisa melihat maupun mendengar apapun. Oberon terkesiap saat melihat kedatangan Andreas ke dalam ruangannya. “Bagaimana keadaan Permaisuri?” tanya pria itu dengan nada cemas “Walau tubuhnya penuh luka, tapi dia baik-baik saja. Ha

