Zain sedang duduk di ruangan kerja rumahnya, pria itu nampak sedang memijit pelipisnya yang beberapa hari ini terasa pusing. Ia lelah memikirkan semua ini. Sejak kejadian hari itu, Zain maupun Alisya tidak banyak berbicara. Mereka seolah hanya mementingkan urusan mereka masing-masing. Begitupun dengan Brian. Pria itu setiap kali bertegur sapa dengan kakak iparnya selalu diacuhkan. Apalagi dengan Zain, Brian seolah tak mau bertemu atau sekadar bertanya dengan kakak kandungnya sendiri. Zain tidak tahu apa yang harus ia lakukan sekarang. Semua ini karena ulahnya sendiri. Namun, dibalik itu semua Zain tidak bisa melepaskan Nabila. Gadis itu telah berhasil mencuci otak Zain sehingga ia begitu mencintainya. Setelah Brian memukulnya hari itu, Zain sudah berbicara dengan Alisya sebelumnya.

