Muak

1111 Words

Sepanjang perjalanan pulang, di dalam mobil itu tidak ada satu suara pun yang keluar. Mereka seolah bungkam. Alisya hanya melihat sisi kiri melihat jalanan serta pedagang pinggir jalan kota. Sementara Brian, pria itu hanya fokus menyetir saja. Namun, hati mereka seakan bergumam. 'Kenapa kamu gak buka hati kamu buat orang lain aja sih, Brian?' hati Alisya. 'Apa kamu sudah bahagia dengan kakakku, Alisya?' hati Brian. 'Kau tau, aku merasa sangat bersalah ketika aku bersama terus sama Kak Zain, kakakmu sendiri.' 'Apa aku salah, karena terus mengharapkan mu?' Jalanan nampak begitu lancar siang ini. Brian mengemudi dengan cepat sebab ia merasa tidak nyaman dengan suasana seperti ini. Alisya sekarang bukanlah Alisya yang dulu. Yang bisa dia anggap teman sekaligus tempat ia mencurahkan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD