"Eugh." Rendy merengkuh dan beliau sudah sadar. Ranum senang akhirnya suaminya bisa melihat dunia kembali. "Ayah, Alhamdulillah ayah udah sadar. A-apa yang ayah rasa sekarang? Apa masih sakit?" Ranum sudah duduk di samping suaminya. Ia menggenggam salah satu tangan Rendy dan menempatkan di wajahnya. Terlihat Rendy sudah meneteskan air matanya, Ranum pun segera menyeka. "Maafin ibu ya, ibu udah sembunyikan ini dari ayah," lirih Ranum ikut menangis juga. "Kenapa ibu sembunyikan ini semua? Sejak kapan ibu mengetahuinya?" tanya Rendy dengan suara yang masih berat. "Sejak ... sejak Alisya pindah. Waktu itu ibu gak sengaja temuin buku catatan dia sewaktu kuliah. Ibu juga baru tau ternyata Alisya selama ini dekat dengan adiknya Nak Zain." Ranum menjelaskannya dengan sangat menyesal.

