"Den, Aden gak papa kan? Mana yang sakit? Biar bibi obatin." Seorang wanita paruh baya itu mendekat ke arah Brian yang sedang duduk di atas ranjang pasien itu. Keadaan Brian sudah lebih membaik, hanya saja memarnya masih membekas. "Den kok bisa sampe seperti ini? Ini gimana ceritanya Aden bisa babak belur kayak gini? Oh iya, dimana Tuan? Apa dia juga baik-baik saja?" lanjutnya lagi. Kali ini Brian angkat suara. "Aku gak tau, mungkin ada di kamar sebelah." Brian merasa keanehan dengan kehadiran bi Min di sini. "Bibi ... tau dari mana aku sama Kak Zain di sini?" Tatapannya beralih ke Roni. "Hehe, gue yang kabari bibi tentang keadaan lo sama kakak lo." Brian berdecak, kembali melihat bi Min. "Ck, tapi mami sama papi gak tau kan aku sama Kak Zain begini?" Brian khawatir jika bi Min

