Ivan tidak tidur. Ia menghabiskan sisa malamnya dengan membaca dokumen Rajawali Holding, berusaha membenamkan diri dalam pekerjaan. Namun, setiap kata yang ia baca seolah tertimpa oleh bayangan wajah Fatma. Ia tidak mencintai Fatma. Tapi ia membutuhkan Fatma untuk tetap waras. Malam itu, di kamar mewah bergaya kolonial yang sunyi, Ivan Abimana tahu ia sedang memainkan permainan berbahaya. Ia berusaha mengendalikan Office Girl-nya, tanpa menyadari bahwa ia sendirilah yang sedang ditarik ke dalam orbit gadis itu. Tembok es yang selama ini ia bangun mulai menunjukkan retakan, dan Fatma adalah orang pertama yang menyadarinya. *** Pagi harinya, Fatma datang ke lantai eksekutif dengan rasa cemas yang baru. Memikirkan apa lagi yang akan terjadi di ruang arsip nanti. Saat sampai lantai ekse

