Dara tengah mengepang rambut Jedainne, jemarinya bergerak lincah di antara helaian lembut itu, tapi pikirannya melayang jauh. Kejadian pagi tadi masih terpatri jelas dalam ingatannya—dimana prank kecil untuk Noah malah berakhir di luar dugaan. Seharusnya hanya sandiwara untuk membuat bocah itu diam. Seharusnya hanya trik kecil untuk menang melawan tantrum. Tapi Jedidah... pria itu malah panik. Dan yang lebih mengejutkan, dia menyatakan cinta. Dara menggeleng pelan. Betapa bodohnya. Harusnya dia sadar dari awal, pria itu penuh kejutan yang selalu mengusik kestabilan emosinya. Tapi yang membuatnya semakin kesal, bukan hanya kata-kata Jedidah, melainkan fakta bahwa dirinya harus menghentikan aktingnya lebih cepat karena Noah dan Jedainne juga ikut menangis. Dan reaksi Jedidah setelah sada

