Kegelisahan dalam mengarungi malam, mendesirkan kekhawatiran tak berujung. Lembaran gelap berhias bulan bercahaya merah tak ramah, menelusupkan rasa gundah tak berkesudahan pada diri Aaron. Alam seolah sedang memperingatkannya dengan membisu tanpa angin yang berhembus, tanpa suara, hening dalam suasana mencekam di malam hari. Bahkan para pengungsi tanpa sadar juga mencoba menahan oksigen di paru - parunya, agar tidak menjadi pemecah keheningan tak biasa yang mereka rasakan saat ini. Mereka hanya saling menatap satu dengan lainnya, mencoba mencari tahu apa yang terjadi pada diri mereka sendiri lewat rekannya. Sebab tubuh mereka tanpa sadar merasa terancam oleh sesuatu yang bahkan tidak mereka ketahui bentuk ancamannya. "Kenapa kalian terus gelisah?" Pada akhirnya, sebuah kalimat tanya y

