21. Mencoba Percaya

426 Words

Senyum cerah masih terpatri dibibir Pio saat menatap istrinya yang masih setia tidur sebelahnya, tidur dengan damai tanpa memeluknya, ini adalah kali pertama dirinya kesulitan tidur karena merasa kehilangan sesuatu. Tapi ia bersyukur wanitanya ini tetap bersedia tidur satu ranjang dengannya. "Sayang." Panggil Pio sambil membelai pipi Kinan. "Sayang, bangun yuk solat dulu?" "Emhh.." Pio menggaruk pelipisnya, mendengat erangan istrinya saat bangun tidur saja membuat dirinya, on! "Bangun yuk?" Kinan membuka sedikit mata, lalu memejamkan matanya lagi saat melihat wajah suaminya yang begitu dekat, Kinan memundurkan dirinya, segera bangkit lalu memasuki kamar mandi. Setelah solat subuh bersama, biasanya Kinan dan Pio kembali tertidur dan akan bangun pukul tujuh nanti, tapi ada hal aneh ya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD