Selena bergumam sepanjang malam. Tubuhnya panas setelah kemarin sore kehujanan. Ara masuk ke kamarnya membawakan sarapan. Melihat Selena yang masih tidur membuat Ara khawatir. Biasanya Selena bangun pagi meski ia masih mengantuk. “Sayang, makan sarapannya dulu, ya.” Ara duduk di tepi tempat tidur. Saat menatap wajah Selena yang pucat. Dengan cepat Ara memeriksa suhu tubuhnya. Wanita itu kaget mendapati anaknya sedang demam. “Selena, kamu masih bisa buka mata?” tanya Ara. Selena hanya bergumam dengan mata terpejam. Dengan cepat Ara menghubungi dokter . Setelah sambungan terputus Ara bergegas ke bawah mengambil air hangat dan kain untuk kompres. Selena menggigil membuat Ara semakin takut. “Tenang, Selena, sebentar lagi dokter akan datang.” Delvin yang ingin melihat keadaan kakaknya pu

