Tidak butuh waktu lama setelah ketiga pengawal Anthony membuka akses naik ke lantai dua Julian akhirnya bisa membuka pintu kamar Selena. Dengan penuh amarah ia membuka dengan kasar pintu tersebut. Bahkan suara pintu itu membuat Anthony yang tengah berbaring memeluk Selena seketika menoleh. Selena sedang tidur lelap dalam dekapan Anthony sementara Anthony hanya menemaninya. Dengan bahasa isyarat Anthony meletakkan telunjuknya di depan bibir agar mereka tidak berisik. Ara yang melihat wajah Julian menahan amara pun segera menarik lengan suaminya. Julian tidak memberontak, pikirannya kacau antara marah dan senang melihat putrinya tidur nyenyak setelah beberapa hari ini terus menangis. “Ayo keluar,” gumam Ara menarik tangan Julian dan Delvin. Tatapan Delvin menghujam tajam pada Anthony yan

