23. w

1668 Words

Nindy lari ketakutan meninggalkan apartemen. Dia tahu mesti melarikan diri kemana supaya tidak ketahuan Dita. Saat sedang dalam keadaan kalut seperti ini Nindy teringat pada Damar. Dia pun menghubungi sahabtnya itu untuk meminta pertolongan. "Hallo, Damar?" tanya Nindy ragu, setelah panggilan teleponnya diterima oleh Damar. "Iya. Siapa ini?" "Gue Nindy. Lo di mana? Dam?" "Hey, Nin. Gue masih di Jogya. Gimana-gimana, ada yang bisa gue bantu?" "Gue butuh pertolongan, Dam. Gue butuh tempat aman untuk sembunyi." "Sembunyi? Sembunyi dari siapa?" "Dari kakak gue, Dam." Damar terdengar menarik napas panjang. "Sorry, Nin. Gue pengennya bantu elo. Tapi masalahnya gue di Jogya masih sampai besok malam. Lo nggak coba hubungi Mas Andra atau Tita?" saran Damar. "Gue udah coba hubungi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD