Andra kembali dari rumah Kiara dengan wajah lesu. Gengsinya sebagai laki-laki masih tidak mau menerima bila harus menerima bantuan yang ditawarkan oleh Kiara untuk membicarakan tentang persoalan yang menimpa bisnisnya. Ia lebih baik menerima dukungan berupa nasihat atau teman diskusi saja dari pada harus menerima bantuan secara langsung. Keputusan Andra sudah bulat. Apa pun yang terjadi dia lebih baik meminjam uang di bank saja karena tidak ingin merepotkan orang lain lagi, meski orang tersebut adalah kakaknya sendiri. “Hey, kok, lesu?” sapa Silvia saat menyambut kedatangan Andra di tempat tinggal mereka. Andra hanya tersenyum lalu menggeleng. Dia belum siap membicarakan soal pertemuannya dengan Kiara beberapa waktu yang lalu. Nanti saja kalau urusan dengan bank sudah setengahnya seles

