Sesampainya di bandara, Silvia dan Revan berpencar. Sebelumnya Silvia telah menghubungi Hardi dan Krisna untuk membantunya meliput penangkapan Ardan. Sedangkan Revan sudah bekerja sama dengan pihak yang berwajib untuk membantu penangkapan Ardan. Silvia berputar dan beberapa kali salah menyapa orang yang dia kira adalah Ardan. Saat dia hampir putus asa, napasnya mulai tersengal. Bukan karena lelah habis berlarian, tapi karena sindrom pesawat yang mengganggu Silvia akan tiba. Keringat dingin mengiringi langkah Silvia yang memelan, saat sosok yang mengganggu pikirannya tengah melangkah mendekat ke arahnya. “Anda belum menyelesaikan perlombaan kita, kenapa harus buru-buru pergi?” Teguran Silvia membuat wajah Ardan mengetat menahan amarah. Laki-laki yang setia dengan dandanannya yang serba r

