Satu jam kemudian Andra dan Silvia sudah berada di yayasan anak berkebetuhan khusus milik Kiara, kakak perempuan Andra. Keduanya melangkah melewati lorong menuju kantor atau ruang kerja Kiara yang letaknya di paling ujung bangunan. Silvia melihat ke arah anak-anak yang sedang berlarian di taman. Secara garis besar tempat ini tidak berbeda dengan taman kanak-kanak yang ramai oleh suara tawa dan tangis anak-anak. Silvia menghentikan langkah dan menampilkan wajah khawatir kala melihat seorang anak terjungkal jatuh dari atas permainan jungkat jungkit. Namun wajah khawatir Silvia berubah menjadi dipenuhi senyum kala melihat anak yang terjatuh tadi bukannya menangis karena kesakitan malah tertawa dan melanjutkan permainannya kembali. "Kenapa, Sil?" tanya Andra menyentuh pundak Silvia. "Nggak

