Pandangan Silvia fokus menatap layar laptop di hadapannya. Meski pandangannya ke layar laptop, tapi telinganya ikut bekerja untuk mendengarkan hasil liputan seorang wartawan yang akan menyerahkan hasil liputannya pada editor. Naluri wartawan dan jiwa jurnalis masih melekat erat dalam relung hatinya. “Via, ke ruangan aku sekarang ya,” panggilan dari Romi menginterupsi segala kesibukannya. Silvia menutup laptop dan membawa masuk bersamanya. Dia berjalan santai menuju ke ruangan pria yang memanggilnya beberapa menit yang lalu. Wartawan yang sedang menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Silvia hanya bisa gigit jari dan menunggu dengan sabar sampai urusan Silvia dan atasannya selesai. “Via, perkenalkan, ini Dita. Dan Dita ini Silvia. Dia eksekutif produser yang akan merancangkan acar

