Andra sangat ingin tahu bagaimana cara kerja alat penyadap yang terpasang pada jam tangan pemberian Dita. Seharian ini dia berpikir keras mencari tahu apa yang bisa ia perbuat untuk memenuhi hasrat ingin tahunya itu. Dia takut berinteraksi dengan orang lain selama beberapa jam terakhir, karena khawatir Dita sedang menyadap obrolannya. Akhirnya yang dia lakukan hanya berdiam diri dalam ruang pribadinya di lantai tiga. Sebuah ide tercetus untuk mengetes seberapa canggih alat penyadap tersebut. Andra meraih dompet, kontak mobil, bergegas turun dan sengaja melangkah cepat menuju basemen tanpa mengatakan apa pun pada karyawannya. "Mas Andra mau ke mana?" tegur Tita saat melihat Andra sedang berjalan dengan langkah setengah berlari. "Mau keluar bentar." "Kalau ada yang nyariin gim

