19. ss

1775 Words

Andra terbangun dengan aroma khas nasi goreng yang menggugah seleranya pagi ini. Saat membuka mata dia tidak menemukan keberadaan Silvia di sampingnya. Tidak perlu mencari tahu lebih jauh, karena dia yakin Silvia-lah yang sedang menariknya untuk segera menuju dapur meski dalam keadaan masih mengantuk sekalipun.  “Morning kiss…” ucap Andra mencium pipi kiri Silvia, tak ketinggalan tangan nakalnya mendarat dengan sempurna memukul pelan bokkong istrinya.  “Semalam pulang jam berapa?” tanya Silvia sibuk dengan spatula dan kuali masaknya. Tangannya dengan lihai mengaduk nasi yang sedang diolah menjadi nasi goreng spesial sebagai menu sarapan mereka berdua.  “Masuk rumah jam dua-an,” jawab Andra, menarik salah satu kursi makan dan mendudukinya.  “Dari mana, sih? Tumben nggak ngajak-ngajak?”

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD