Andra menengok jam digital di pergelangan tangan kanannya, waktu menunjukkan sudah lewat tengah malam. Tadi setelah sampai di Jakarta, ia tidak langsung menuju rumah. Melainkan masih mampir ke kedai kopinya untuk memastikan sudah sampai tahap mana dekorasi dan renovasinya. Beberapa hari ini dia sering memutuskan untuk menginap di tempat itu, tapi entah kenapa malam ini firasat buruk menghantui pikirannya. Memastikan semua lampu sudah padam dan pintu serta jendela terkunci dengan benar, Andra memacu mobilnya menuju rumah. Setengah jam berkendara, Andra sampai di rumah. Ada yang aneh dan tidak biasa dari kondisi rumah. Menengok kanan kiri rumah lainnya tidak gelap, sedangkan rumahnya dalam keadaan gelap gulita. Jantungnya menggila dengan perasaan bersalah dan cemas. Sesuatu yang buruk pasti

