Belati Dalam Selimut

1363 Words

Camila datang ke rumah sakit ditemani oleh Berlin. Dia datang membawakan banyak buah-buahan kesukaan Megan. Melihat perempuan itu Megan pun merasa senang. Akhirnya ia bisa melihat teman karibnya. “Bagaimana keadaanmu, sudah lebih baik?” tanya Camila. “Lumayan, tapi, dokter bilang jika keadaannya memungkinkan besok aku akan di operasi,” jawab Megan. “Jangan takut, nak, berdoalah semoga semuanya diberi kelancaran dan kau bisa sembuh seperti sedia kala,” timpal Berlin. “Iya, tapi aku cukup gugup, aku terus membayangkan dokter membelah kakiku dan tulangku yang patah bisa dilihat dengan jelas tanpa alat bantu sedikit pun,” ungkap Megan. “Di meja operasi kau takut tapi berdiri sendirian di malam hari kau tidak takut,” sindir Ariana, “bagaimana kalau malam itu kau bukan saja ditabrak seseora

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD