Menculik Camila

1262 Words

“Bibi Martha? Bibi Martha!” Camila memanggil-manggil pelayan rumahnya itu tetapi tak mendapat jawaban. Beruntung hari belum cukup gelap meski sudah menjelang malam sehingga Camila masih bisa melihat meski tak jelas. Ia lalu membuka pintu balkon di kamarnya untuk melihat ke sekeliling. Ternyata di luar gerimis tetapi hanya listrik di rumahnya yang padam. Di luar rumahnya lampu-lampu jalanan dan juga rumah tetangga yang letaknya cukup jauh terlihat sudah menyalakan lampu. Sehingga Camila menyimpulkan ini bukan karena cuaca. Camila pun dengan berhati-hati berniat turun ke lantai bawah untuk mengecek langsung saklar pusatnya. Tetapi baru saja ia membuka pintu kamar matanya harus terbuka lebar melihat sepasang mata yang sangat ia kenal. “Leon?” “Aaaaaaa!!!” Camila berteriak sekencang-kencan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD