Misi Si Ular

1201 Words

Keringat dingin tiba-tiba saja mengucur di dahi Nichole. Punggungnya juga mungkin sudah basah karena keringat itu. Berlin menatapnya penuh tanya tetapi seakan tatapan itu seperti memergokinya. “Kenapa kau berkeringat, kau tidak enak badan?” tanya Berlin lagi. “Ah, em, tadi itu hanya nomor salah sambung, dia bicara banyak sekali dan semuanya sangat ngawur makanya saya marah-marah,” jawab Nichole terbata-bata. “Lantas, kenapa keringatmu banyak sekali, kalau kau lelah istirahat saja,” kata Berlin. “Ya, baiklah, kalau begitu saya permisi dulu,” pamit Nichole kemudian buru-buru pergi menjauh dari Berlin. Semoga saja perempuan tua itu tidak mendengar pembicaraannya dengan Leon atau ia akan benar-benar tamat di kandang gorila milik Tuan Julius itu. “Bukannya sekarang sedang mendung, kenapa d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD