“Kau sudah berbicara menggunakan bahasa kami saat kau tiba di sini,” Yik mengulang afirmasinya pada Jake berpura-pura tak mendengar kata-katanya barusan. “Itu satu bukti lainnya kalau kau memang bagian dari dimensi ini.” Jake diam-diam mendecakkan lidah. “Kalau tidak begitu, kau tidak akan mengerti perkataan kami secara natural. Kami akan perlu menggunakan sihir penyesuaian bahasa pada mu kalau kau memang makhluk luar.” Yik menegaskan sekali lagi, pada Jake yang masih bimbang. Ia ingin mengakhiri kebimbangan dan keraguan atas jati diri sebenarnya Jake saat ini juga. Lantaran mereka tidak punya waktu kalau harus terus membicarakan hal ini berulang-ulang. Ada banyak hal yang menunggu mereka. Hal yang jelas jauh lebih penting. Jake lalu menghela napas mengangguk-nganggukan kepalanya berula

