Jake melompat mundur dengan raut keterkejutan yang nyata. Ia spontan menoleh ke presensi tiga makhluk lainnya yang perhatiannya sukses tersedot karena pekikannya barusan. Bola mata Jake bergetar, seolah tidak mau menerima kenyataan, Jake kembali memastikan dengan melongokkan wajah ke arah air. Tetap sama, tidak ada yang berubah. Ia juga tak berhalusinasi. Pantulan dirinya di dalam air yang jernih itu memang menunjukkan kalau warna matanya berwarna merah. Tenggorokan Jake tercekat, tidak hanya itu, bahkan warna rambutnya juga berubah. Tidak lagi berwarna hitam legam melainkan berwarna perak. Semua itu kembali mengingatkannya pada wujud bayi yang ia lihat di memori Yaj beberapa waktu lalu. “Kenapa terkejut begitu?” Jake menoleh ke arah Yaj yang tampak mengisi persediaan air minum ke dalam

