4.5

1545 Words

Langit berubah muram, tetesan hujan menyusul di tengah gelapnya malam. Bermodalkan lampu dalam mobil, Hilara menikmati makanan dengan mata tak lepas dari ruangan lantai dua yang baru saja penerangannya padam. Lima menit lalu gadis berambut panjang berdiri di hadapan jendela menatap mobil mereka. Gadis itu Ranin, sepertinya. Malam semakin beranjak, sedangkan derasnya hujan disertai petir bersahutan mendramatisir perjuangan Hilara. Bahar  sampai bosan mengatakan yang mereka lakukan hanya buang waktu, sia-sia, Ranin tidak akan menemuinya. Terlebih kedua orang tua Ranin amat melindungi putri sematawayang mereka. Terutama Yasmin, sore tadi sengaja menghampiri mobil mereka. Mengancam akan melaporkan Hilara dan Bahar pada polisi jika masih diam di sana. Bahar jadi pelampiasan amarah seorang i

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD