5.0

1498 Words

“Apa nih?” Masuk ke apartemen, Bahar langsung melempar lembaran kertas tebal di meja. Laki-laki itu cuek melenggang ke dapur meracik minuman di mesin kopi lalu duduk bertumpang kaki menonton televisi. Juna ternganga, kelakuan Bahar menjadi-jadi. Bahar selalu bertindak seperti bos sesungguhnya. Menyuruh Juna ini-itu, memaksa Juna bekerja ini-itu, bersikap seenaknya seolah uang yang dia punya sekarang bukan hasil keringat Juna. Melain turun dari langit. “Minggu depan lo syuting film," cetus Bahar tanpa niat melihat lawan bicara. Pelan-pelan Bahar menyesap kopi panas buatannya. Bahar meraih remote tv dan sesuka hati memindahkan saluran. “Kapan gue castingnya?” Juna mengernyit. Beberapa hari ini Juna memutuskan vakum dari dunia hiburan. Segala job pemotretan ditunda sampai satu bulan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD