4.1

1301 Words

Untuk pertama kali netranya mengabsen lukisan yang menggantung di dinding kamar. Terdiam cukup lama, mengingat-ngingat momen di balik alasan terciptanya setiap lukisan. Goresan abstrak kaya akan warna padam, menandakan dirinya pernah dalam masa bimbang. Rusa putih di tempat bersalju, wajah-wajah yang dia kenal, pohon tua yang berdiri kokoh di belakang panti asuhannya dulu--ada seorang wanita di bawah pohon itu. Hilara berhenti di lukisan tersebut, apakah wanita tua yang sering mengelus surainya sampai tertidur di bawah pohon juga bukan manusia? Anak-anak panti lain menilai pohon itu angker, hanya Hilara yang sering menghabiskan waktu di sana. Dunia imajiner. Hilara membatin. Satu lukisan belum lama selesai masih tertutup putih di pojok ruangan. Dia menyingkap kain tersebut. Kemudian waja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD