Kamu ada tepat di hadapanku, tapi kutak bisa mengenalimu. • Kamu ada di sampingku, tapi masih tetap sulit untuk kujangkau. • Kamu ada di sekitarku, tapi mataku tertutup untuk melihatmu. • Kamu selama ini ada di dekatku, sangat dekat. Dekat hatiku. • Menyadari keberadaanmu itu rumit, penuh intrik. Bak angin. Terasa menyejukkan, tapi tak terlihat. • Kamu... kian rumit untuk kumiliki. •••••••••• "Rahma, kamu kenapa? Habis nangis, ya?" Marni memandangi wajah putrinya lekat-lekat yang baru saja pulang sekolah. Rahma tengah melepas tali sepatunya sambil memaksakan senyum manis terbit di bibirnya. Sebagai seorang ibu, Marni tahu ada gurat kesedihan di sana. "Kamu ada masalah? Sini, cerita sama Ibu." Rahma mengulum senyum, merentangkan tangan ke arah Marni lalu memeluk ibunya erat. C

