•Rencana•

1138 Words

Aku tahu kamu berubah, jaga jarak. Ada rentan membisu yang menjeda, sekadar acuh tak acuh, saling menolak beradu argumen, berdebat tak lagi ada di tiap kita bertemu. • Aku suka suasana seperti ini, tapi, hampa kurasa. • Kehilangan perhatian dari satu orang, ternyata, menyebalkan, ya. •••••••••• "Eh, gila! Gila!" teriak Ribut loncat dari sofa rumah Raka saat tahu laki-laki itu memakai barang haram di tangannya secara terang-terangan. "Berisik banget lo kayak bocah perawan!" ketus Agus. Heksa yang sedari tadi fokus bermain gitar mulai melirik Ribut yang tampak kaget dengan tingkah asli teman-temannya. "Anjir," Ribut tahu baunya. Itu asli barang haram. "Lo semua pada gila, ya!" Heksa mengakhiri petikan gitarnya. Bangkit berdiri lalu menepuk pundak Ribut dua kali saat berpa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD