Perceraian

2068 Words

Zara melihat ke sekeliling rumah. Waktu itu kan ia tak mau masuk. Ia marah sekali pada Papanya. Kali ini ia masuk ke dalam rumah. Ya memang, ia tahu kalau ini rumah yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan rumahnya. Apa perempuan ini bosan hidup miskin? Jadi ingin mengambil Papanya seutuhnya? Ia tentu tak akan rela. "Gimana rasanya hidup sendiri? Udah biasa kan?" Ya Serena tahu kalau gadus ini memang tak sopan. Lihat saja diberbagai postingan tentangnya yang mengatainya jalang. Ia tak paham. Yang ia tahu, Papanya tak pernah mengajarkan anak untuk bersikap seperti itu. "Kamu ngapain ke sini?" Ia tak suka basa-basi. Setidaknya, Serena mau mengeluarkan air untuknya walau tahu tak akan diminum. Gadis ini mungkin takut kalau ia meracuni minuman itu. "Puas ya berhasil ngehancurin keluarga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD